• 24

    Aug

    Ingin Punya Gaya Menulis yang Unik? Tiru Sajalah Dulu

    Semua penulis pemula, seperti saya ini, tentu menginginkan gaya penceritaan (baca: gaya bahasa) yang unik dalam tulisannya. Namun, gaya bercerita dengan tulisan didapat melalui pengalaman. Lalu, bagaimana kalau belum berpengalaman? Tiru sajalah dulu. Siapa penulis favorit kamu? Sekarang untuk penulis remaja ada Raditya Dika atau Shitlicious, dll. Untuk penulis umumnya ada Dee. Eh, tapi ini mengacu pada penulis fiksi ya? Soalnya, untuk kategori non-fiksi saya kurang begitu paham. Tapi, biasanya saya membaca koran atau majalah, bisa online bisa offline. Nah, setelah ketemu penulis favorit kamu (biasanya sih disesuaikan dengan kategori fiksi atau non-fiksi), tirulah gaya mereka
  • 23

    Aug

    MENULIS dengan Berani!

    Whether or not you write well, write bravely. ~Bill Stout~ Kalimat motivasi di atas saya cuplik dari quotes Bill Stout untuk memotivasi saya, dan mungkin juga Anda yang membaca tulisan ini, selalu terus menulis. Yap, tidak bisa dipungkiri, kita seringkali merasa tidak pede saat menulis. Kita selalu berpikir, ‘Ah, tulisan gue gitu loh. Siapa mau baca? Selain untuk pengantar minum racun saat putus cinta.’ Hal itu terjadi persis saat kita menulis. Padahal, banyak penulis kawakan atau penulis yang sudah menelurkan beberapa buku mengatakan bahwa waktu menulis yang dipakai adalah emosi. Emosi mer
  • 22

    Aug

    Cara Menulis Artikel Demi Tingkatkan Trafik Blog

    Artikel merupakan sebuah catatan hasil karya imajinasi dan ide. ~ Masterteknisi ~ Anda blogger yang punya masalah dengan trafik pengunjung yang stuck? Padahal, sudah lama Anda ngeblog, namun pengunjung tak kunjung bertambah? Sudah melakukan trik SEO, spamming komen sana sini, ngebacklink sembarang tempat? Tidak perlu khawatir, saya juga dulu pernah mengalaminya. Semua berubah saat saya melakukan satu hal ini: MENULIS ARTIKEL dengan sebaik-baiknya. Bagi saya, menulis di blog - walau sering di copas orang lain - itu butuh tulisan ter...
  • 21

    Aug

    Pentingnya Point of View dalam Menulis Artikel

    Menulis artikel berbeda dengan menulis buku. Jumlah kata yang terbatas membuat kita tidak bisa memasukkan semua data serta fakta dari referensi yang kita punyai. Hal ini tentu berbeda saat kita menulis buku, dimana kita bisa memasukkan banyak data dan fakta. Di sinilah pentingnya point of view (sudut pandang) dalam menulis artikel. Lalu, bagaimana cara kita menentukan point of view? Berikut tips yang pernah saya lakukan. Karena, didasarkan pada pengalaman pribadi, besar kemungkinan pengalaman ini berbeda dengan orang lain. Oke, langsung saja… Tentukan topik atau tema yang ingin kita bahas. Bebas saja sesuai keinginan. Sebagai contoh, kita pilih saja, Candi Prambanan. Kemudian, carilah referensi. Baca apa yang kita temukan. Dari situ, kita bisa menentukan point of view kita. Ka
  • 20

    Aug

    Kebaikan Hati Seorang Ayah

    Seorang suami yang baru pulang dari kantor menemukan istrinya tengah tertidur lelap di dalam kamar. Saat itu, suara adzan terdengar bertalu-talu di mesjid. Sang suami yang melihat istrinya tengah tertidur segera mengecup lembut kening istrinya. Sehingga, membuat istrinya terbangun. Melihat kedatangan suami tercintanya, sang istri lalu berucap, “Eh, Papa. Maaf, aku ketiduran.” “Ah, nggak apa-apa, Ma. Baru sampai kok,” sahut suaminya tersenyum penuh pengertian. Si istri membalas senyuman tersebut. “Papa udah makan?” Sambil berganti pakaian, sang suami menggelengkan kepalanya. “Oh, yasudah. Papa ganti baju dulu ya, aku siapin makan dulu.” Dengan begitu cekatan, si istri menyiapkan makanan untuk suaminya. Tak begitu lama kemudian, si suam
  • 19

    Aug

    Benteng Vredeburg: Saksi Sejarah Yogyakarta

    Benteng Vredeburg bukan museum biasa. Lebih dari itu, benteng yang terletak di kawasan Titik Nol Kilometer ini adalah saksi dari perjalanan panjang sejarah Yogyakarta sekurun waktu tiga era. Era Kolonial, Pemerintah Militer Jepang, sampai kini Indonesia merdeka. Ini loji paling tua dari keseluruhan kompleks bangunan Indis yang berada di kawasan “Titik Nol Kilometer”. Kini, benteng ini sudah dialih-fungsikan menjadi museum yang merekam perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaannya. *** Dulunya, berdasarkan catatan sejarah, Benteng Vredeburg bernama Rustenburg. Setelah sebelumnya dikembangkan dari sebuah parit perlindungan atau bunker para serdadu Belanda yang dibangun tahun 1761 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, raja Yogyakarta, atas permintaan pemerintah kolonial Belan
  • 18

    Aug

    Orang Paling Bodoh Sedunia!

    Belakangan waktu lalu saya sempat potong rambut di tukang rambut, yang bukan langganan saya, karena tukang cukur langganan saya masih mudik belum balik. Yah, sebagai orang yang sudah gede, ketika ditanya sama si tukang cukur rambut mau gaya apa, saya bilang mau gaya biasa aja. “Pokoke pendek. Jabrik dikit boleh deh,” begitu tutur saya. Si tukang cukur, yang setelah bincang-bincang saya ketahui namanya Rojan itu, ngajak ngobrol terus. Sehingga, kantuk saya jadi hilang. Sampai akhirnya ada seorang anak cowok yang lewat di depan kiosnya. Lalu, Rojan bilang sama saya. “Bapak tahu nggak, orang paling bodoh sedunia?” tanyanya. “Nggak.” “Itu.” sambil menunjuk itu anak. “Siapa?” “Itu, anak itu. Si Rustam…” Saya
  • 17

    Aug

    6 Lomba Agustusan Paling Populer

    Hari ini, rakyat Indonesia merayakan Kemerdekaannya yang ke-68. Orang-orang, baik di kampung maupun di perkotaan, selalu punya cara untuk memeriahkannya. Salah satunya dengan menggelar perlombaan. Nah, berikut ini adalah beberapa perlombaan yang populer digelar pas 17 Agustus. Lomba apa aja sih, yuk simak sama-sama… ^^ 1. Panjat Pinang Lomba ini yang paling terkenal dan paling dinanti-nantikan waktu Agustusan. Soalnya, hadiahnya banyak, menggantung di pucuk. Hehehe… Karena ketersediaan pohon pinang makin langka, kadang lomba ini diganti dengan bambu. Konsepnya sih sama. Batang pinang atau bambu ditancap di atas tanah kemudian dilumuri oli, dan para peserta yang mau mendapatkan hadiah harus berusaha mengambilnya bersama teman-temannya. Hal ini membutuhkan kerjasama antarreka
  • 2

    Aug

    Blog dengan Domain + Hosting Pribadi

    Dulu saya pernah mimpi punya blog dengan domain + hosting pribadi, yang tentunya memakai generator Wordpress. Akhirnya, impian itu tercapai. Hehehe… Saya punya blog di LilihPrilian.Web.Id. Itu saya dapatkan gratis sih. Tapi, ngemeng-ngemeng, ternyata punya blog self hosting tidak mahal. Paling tidak, 150k IDR cukuplah. Mungkin ada yang lebih, tergantung paket dan hostingnya. Sayangnya, saya baru menulis 1 judul di blog saya itu. Padahal, sudah live sejak Juli 2013. Ah, tidak apa-apa. Kalau pengalaman kalian gimana?
  • 5

    Mar

    Posting Perdana

    Ilustrasi Blogger Ya, akhirnya, saya tergoda juga untuk mencoba platform gratis lain (BlogDetik) selain Blogspot yang sudah lama saya gauli (Lilih Notes) — mungkin semacam alter akun seperti hashtag #realava yang cukup populer di Twitterland. Hehehe… Karena ini hanya posting perdana, belum ada persoalan khusus yang dibahas atau ditulis. Sekadar intermezzo saja. Lagipula, ini pertama kalinya, saya memakai BlogDe...
-

Author

Follow Me